Slamat datang

SELAMAT DATANG DI BLOG UMI SUGIHARTI ALMANSHURI.... SEMOGA ALLOH TA'AALA SENANTIASA MERIDHOI JALINAN UKHUWAH ISLAMIYAH VIA BLOG UMI INI... DENGAN HARAPAN LIMPAHAN ROHMAT DAN KEBAROKAHAN MENAUNGI KITA SEMUA... AAMIIN...




Sabtu, 02 Juni 2018

Wanita Dunia Lebih Baik daripada Bidadari


Betapa cemburunya bidadari surga terhadap wanita solehah.
Bagaimana bisa? Bukankah bidadari terlalu istimewa bahkan untuk disejajarkan dengan wanita dunia? Jawabannya adalah tentu saja bisa! Bidadari surga yang kabarnya memiliki mata jeli, berkulit lembut, berwajah cantik, memiliki rambut yang berkilau sangat indah, suci laksana mutiara indah yang belum pernah tersentuh tangan manusia, dan memiliki perangai akhlak yang baik, bisa terkalahkan oleh wanita dunia. Wanita dunia? Hanya wanita dunia?

Tidak! Wanita dunia yang tidak sekadar wanita biasa. Akan tetapi, wanita dunia yang solehah. Wanita yang memiliki kualitas ibadah sangat baik, wanita solehah yang setiap kali disebut nama Allah selalu bergetar hatinya, wanita solehah yang selalu tunduk dan taat pada perintah orang tua dan suaminya, wanita solehah yang kehadirannya mampu menghadirkan banyak kebaikan disekelilingnya, dan wanita solehahyang selalu menjaga dirinya dengan salat dan puasa. Ya, itulah wanita solehah yang meskipun seringkali tidak terkenal di bumi namun namanya sangat terkenal oleh penduduk langit. Inilah yang membuat betapa cemburunya bidadari surga terhadap wanita solehah.

Wanita Dunia Lebih Baik daripada Bidadari, Ini Sebabnya!

Suatu ketika Ummu Salamah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai mana yang lebih utama antara wanita dunia dengan bidadari surga, inilah jawaban Rasulullah, “Ya Rasulullah, beritakanlah kepada kami, mana yang lebih utama di surga, wanita di dunia ataukah bidadari surga?” Rasulullah saw. lalu menerangkan bahwa perempuan dunia ketika di surga akan sangat lebih utama dari bidadari surga karena salat, puasa, dan ibadah yang dilakukannya.

Kabar ini tentu saja membuat setiap wanita menjadi senang dan lebih ingin memperbaiki dirinya agar bisa membuat para bidadari cemburu karena kesolehahannya.Namun, bagaimana sebenarnya keadaan bidadari surga itu ya? Apakah mereka benar-benar akan cemburu pada wanita solehah?Berikut ini terdapat dialog panjang antara Ummu Salamah dengan Rasulullah mengenai keadaan bidadari surga yang sesungguhnya dan betapa cemburunya bidadari surga terhadap wanita solehah.

Dari Imam Thabrani meriwayatkan sebuah hadis dari Ummu Salamah, bahwa Ummu Salamah berkata, “Ya Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli…” Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya begitu bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar.”

Ummu Salamah berkata lagi, ”Jelaskan padaku ya Rasulullah, tentang firman-Nya, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik…’” Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia.”

Aku bertanya, “Ya Rasulullah jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah, ‘Di dalam surga itu terdapat bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik,’” Beliau menjawab, ”Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita.”

Aku bertanya lagi, “Jelaskan padaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik ….’” Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada bagian dalam telur dan terlindung dari bagian luarnya, atau yang biasa disebut putih telur.”

Aku bertanya lagi, “Ya Rasulullah jelaskan padaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya ….’” Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia dalam usia lanjut dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Allah menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi, dan umurnya sebaya.”

Aku bertanya, “Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?” Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.”

Aku bertanya, “Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?” Beliau menjawab, “Karena salat, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’”

Aku berkata, “Ya Rasulullah, salah seorang wanita diantara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan merekapun masuk surga. Siapakah diantara laki-laki itu yang menjadi suaminya di surga?” Beliau menjawab,” Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa diantara mereka yang paling baik akhlaknya. Lalu dia berkata, “Rabbi, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya ….”

“…Wahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.” (H.R. Ath Thabrani).

Ummi, Yuk Tingkatkan Kualitas Ibadah Kita!

Ketika membaca dialog ini sempat terbersit kecemburuan kita akan keadaan para bidadari surga itu bukan? Tapi tenanglah, ternyata dalam dialog ini Rasulullah pun meyakini para wanita dunia bahwa wanita dunia yang solehah lebih utama dari para bidadari surga. Inilah yang membuat betapa cemburunya bidadari surga terhadap wanita solehah. Maka, yuk dimulai dari sekarang perbaiki diri kita, tingkatkan lagi kualitas ibadah kita kapada Allah dan buat para bidadari surga cemburu pada kita, insya Allah.

Kamis, 31 Mei 2018

Du'a untuk yg tlah mninggal


Dibagikan kepada publik

Musafir tanpa Bekal


Wahai diriku… 
Engkau adalah Sang musafir tanpa bekal.... 
perjalanan mu teramat lah jauh...
matamu telah beku.., hatimu mmbatu.... 
siapakah yang lebih pantas mendapat musibah daripada diriku yang tenggelam dalam lautan maksiat.... 

Hai diriku… 
Masa muda mu tidak membangunkanmu... 
Masa tua tidak mengingatkanmu... Kulihat kebaikin dirimu hai diriku tidak lah banyak..., 
Engkau kulihat telah di tinggalkan oleh kaum yang ber tekad kuat.... Sungguh beruntung kaum yang ber tekad kuat itu wahai diriku.. Mereka senantiasa merindui NYA, Dia selalu melindungi mereka dari selain NYA..., 
Dia menurunkan hijab Nya atas pelaku maksiat hai diriku agar kembali menuju pintu NYA yang Mulia... Dia mendekatkan diri lewat rahmat Nya kepada mereka yang berdosa agar ketaatan yang terlewat bisa di dapati kembali.... Dia mengirimkan risalah kelembutan Nya melalui tangan mulia kanjeng Nabi SAW.

"Wahai para hamba KU yang melampaui batas terhadap diri sendiri janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesunguhnya Allah mengampuni seluruh dosa, sesungguhnya Dialah sang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Wahai diriku yang telah mengahbiskan usia dalam permainan dan senda gurau..., Orang lain telah berhasil mencapai tujuan nya sedangkan engkau hai diriku malah semakin jauh...., 
Tidak kah sadar engkau sedang tersesat hai diri ku di fana nya Dunia ini...??? 
Orang lain Bersungguh-sungguh.. sedang engkau bermain-main dengn Waktu  kpan engkau sadar dan ber tobat Wahai Diriku...???

Wahai diriku yang malang... Andai saja engkau bisa melihat kerisauan para petobat dan kegelisahan kaum yang takut akan ancaman... Mereka menempatkan kesenangan dalam shalat dan dzikir... 
Sedang kan kaum yang terhalang dari kebaiakan menyiakan masa muda dalam kelalaian... serta menyianyiakan masa tua dalam ketamakan dan angan angan blaka.... 
Masa muda tidak bermanfaat dan masa tua tidak bersisi tobat...
Wahai diriku yang terpelanting oleh masa muda dan masa tua…tidak kah kau lihat uban yg tumbuh merubah Warna Hitam Rambut mu...???

Rabu, 30 Mei 2018

kisah inspiratif BAGI PARA ISTRI....



Sudah menjadi kewajiban seorang anak untuk patuh dan taat kepada orang tuanya, tetapi apabila sudah berumah tangga (khususnya seorang wanita) maka kepatuhan dan ketaatan kepada suaminya lebih utama (penting) dari pada patuh dan taat kepada orang tua dan/atau kepada saudara-saudara kandungnya, selama apa yang diperintahkan suaminya tidak mengingkari ketentuan Allah SWT, dan bahkan seoarang suami menjadi surga dan neraka bagi seorang istri.

Seperti kisah inspiratif islami berikut ini, seorang wanita atau istri sholehah yang taat kepada suaminya, tidak mendatangi panggilan orang tua dan keluarganya di saat ibunya sedang sakit parah, lantaran si wanita tersebut mengemban amanah / pesan suaminya yang pergi jihad yang melarangnya untuk keluar rumah sebelum suaminya pulang. Namun meskipun tidak menjenguk ibunya yang sedang sakit parah dan bahkan sampai meninggal dunia, Ibu si wanita sholehah ini diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT lantaran memiliki anak yang patuh dan taat kepada seorang suami.

Berikut adalah Kisah Istri Sholehah (Patuh pada Suami) yang Mengantarkan Ibunya ke Surga.....

Alkisah....
Ketika Rasulullah SAW masih hidup, tersebutlah seorang istri yang shalihah. Wanita setia ini begitu taat serta setia terhadap suaminya. Suatu hari, suaminya pergi berjihad untuk agama, sang suami hendak pergi memenuhi panggilan suci untuk berjihad dirinya beramanat pada istrinya.

"Istriku tersayang yang kucintai, aku akan pergi untuk berjihad meninggikan kalimat-kalimat Allah, sebelum aku kembali pulang dari berjihad, kamu jangan pergi kemanapun dan jangan keluar dari rumah ini".

Setelah berpesan demikian pada istrinya, berangkatlah si suami menuju medan jihad.

Beberapa hari kemudian, datanglah seseorang kepada wanita tersebut yang mengabarkan bahwa ibunya sedang sakit parah. Orang yang diutus tersebut mengatakan pada wanita sholihah itu untuk segera menjenguk ibunya.

"Ibumu saat ini sedang sakit keras, jenguklah dia sekarang"

Dengan gelisah wanita tersebut menjawab; "Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, bukannya tidak mau menjenguk, tapi saya dilarang keluar rumah sebelum suami saya pulang, tolong sampaikan permohonan maaf dan salam saya pada Ibu". Dan si utusanpun pulang tanpa membawa wanita tersebut.

Malam berlalu dan suami yang berjihad belum juga pulang. Keesokan harinya datang kembali seorang utusan yang mengabarkan bahwa ibu wanita tersebut meninggal dunia. Betapa sedih perasaan wanita sholehah ini, air matanya berlinang mendengar kabar ibu yang dicintainya telah pergi untuk selama-lamanya, bahkan disaat terakhirnya dia tidak berada disampingnya.

Utusan tersebut berkata "sekarang Ibumu telah tiada, datanglah untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum beliau akan dikebumikan hari ini". Namun istri yang shalihal ini sambil mengangis tersedu menjawab "Bukannya saya tidak mencintai ibu saya, tapi saya memegang amanah suami saya untuk tidak keluar rumah hingga dia pulang dan memberi saya izin".

Dengan berat utusan tersebut pulang. Mungkin karena kesal dan heran dengan sikap wanita tersebut yang tidak mau datang walaupun ibunya sakit keras hingga meninggal dunia, si utusan pun akhirnya mengadukan permasalahan ini kepada Rasulullah SAW.

Dengan nada sedikit kesal ia berkata kepada Nabi SAW "Wahai Rasulullah, wanita itu sangat keterlaluan, dari mulai ibunya sakit hingga meninggal dunia dia tidak mau datang untuk menemui ibunya"

Rasulullah SAW bertanya "Kenapa dia tidak mau datang menemui ibunya?"

"Wanita itu mengatakan bahwa dia t idak mendapat izin untuk keluar rumah sebelum suaminya pulang berjihad" Jawab utusan yang mengadu ke Rasulullah SAW tersebut.

Lalu Rasulullah SAW tersenyum, kemudian Beliau berkata "Dosa-dosa ibu wanita tersebut diampuni oleh Allah SWT karena dia mempunyai seorang puteri yang sangat taat terhadap suaminya".

Itulah kisah seorang istri yang sholehah yang patuh dan taat kepada suaminya yang pada akhirnya mampu mengantarkan ibunya ke surga karena dosa-dosa ibunya telah di ampuni oleh Allah SWT lantaran memiliki anak yang sholehah, taat kepada suami.

Dalam kalangan pesantren, kisah diatas sangat populer, karena kisah ini tertulis pada salah satu Kitab karya Syaikh Nawawi Al-Bantani yakni Kitab Uquduluzain, salah satu kitab terpopuler yang membahas tentang tata cara hidup berumah tangga secara islami.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 34 yang artinya; "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka." (QS. Al-Nisa': 34).

Dan juga Rasulullah SAW bersabda: "Tidak boleh (haram) bagi wanita untuk berpuasa sementara suaminya ada di sisinya kecuali dengan izinnya. Istri juga tidak boleh memasukkan orang ke dalam rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Dan harta yang ia nafkahkan bukan dengan perintahnya, maka setengah pahalanya diberikan untuk suaminya." (HR. Al-Bukhari)

Ibnu Hibban meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Apabila wanita menunaikan shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya; maka disampaikan kepadanya: masuklah surga dari pintu mana saja yang kamu mau." 
(Shahih al-Jami', no. 660).

Dari beberapa pembahasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa Ketaatan seorang istri kepada suami harus didahulukan daripada taat kepada orang tua dan/atau kepada saudara-saudara kandungnya. 
Di dalam kitab al-Inshaf (8/362), "Seorang wanita tidak boleh mentaati kedua orang tuanya untuk berpisah dengan suaminya, tidak pula mengunjunginya dan semisalnya. Bahkan ketaatan kepada suaminya lebih wajib."

Semoga kita dapat memtik Himah dari Kisah ini....

Selasa, 29 Mei 2018

موعظة الحسنة



 مَنْ جَدَّ وَجَدَ

Siapa bersungguh-sungguh dia berhasil.

 مَنْ سَارَ عَلَى الدَرْبِ وَصَلَ

Siapa berjalan pada relnya akan sampai.

 مَن صَبَرَ ظَفِرَ

Siapa bersabar berhasil.

 مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ

Siapa sedikit kejujurannya, sedikit temannya.

 جَالِسْ أَهْلَ الصِدْقِ وَ الوَفَاءِ

Bergaullah dengan orang jujur dan menepati janji.

 مَوَدَّةُ الصَدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِيْقِ

Kasih sayang teman tampak pada waktu kesempitan.

 وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَعَبِ

Tak ada kenikmatan kecuali setelah susah payah.

 الصَبْرُ يُعِيْنُ عَلَى كُلِّ عَمَلٍ

Kesabaran membantu atas setiap pekerjaan.

 جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا

Coba dan perhatikan, kau akan jadi tahu.

اطْلَبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَحْدِ

Tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahat.

 بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ

Telur hari ini lebih baik dari ayam besok hari.
(Apa yang ada hari ini nikmati dan syukuri, karena apa yang kita angan angan esok hari belum tentu ada dan belum tentu, bisa kita nikmati, karena ajal mengintai kita sewaktu waktu)

الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَهَبِ

Waktu itu lebih berharga daripada emas.
(Karena waktu yang telah berlalu tidak akan kembali lagi)

 العَقْلُ السَلِيْمُ فىِ الجِسْمِ السَلِيْمِ

Pikiran yang sehat terdapat pada badan yang sehat.

خَيْرُ جَلِيْسٍ فىِ الزَمَانِ كِتَابٌ

Sebaik-baik teman duduk sepanjang waktu adalah buku.

مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ

Siapa menanam dia akan memetik.

خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلَى الخَيْرِ

Sebaik-baik kawan adalah yang menunjukkanmu pada kebaikan.

لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَاسُ كَالبَهَائِمِ

Jika tak ada ilmu maka pasti manusia seperti binatang.

 العِلْمُ فىِ الصِغَرِ كَالنَقْشِ عَلَى الحَجَرِ

Pengetahuan pada waktu kecil seperti lukisan di atas batu.

لَنْ تَرْجِعَ الأَيَّامُ التِى مَضَتْ

Tak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.

تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا

Belajarlah pada waktku kecil dan amalkan dia saat kau besar.

العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَجَرِ بِلاَ ثَمَرٍ

Ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon tanpa buah.

الإِتِّحَادُ أَسَاسُ النَجَاح

Persatuan adalah dasar keberhasilan.

لَا تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْنًا

Jangan menghina orang miskin dan jadilah penolong baginya.

الشَرَفُ بِالأَدَبِ لَابِالنَسَبِ

Kemuliaan itu dengan adab bukan karena keturunan.

سَلَامَةُ الإِنْسَانِ فِى حِفْظِ اللِّسَانِ

Keselamatan manusia ada pada menjaga pembicaraannya.

آدَبُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ

Perilaku (baik) seseorang lebih baik dari emasnya.

سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِى

Kejelekan perilaku itu menular.

آفَةُ العِلْمِ النِّسْيَانُ

Bencana pengetahuan adalah lupa.

إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ

Jika benar tekadnya maka akan jelas perjalanannya.

لَا تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَىءٍ مَزِيَّةٌ

Jangan menghina orang yang lebih rendah darimu, karena setiap sesuatu memiliki kelebihan.

اَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ

Perbaiki dirimu, maka akan baik kepadamu semua manusia.

فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ

Berpikirlah sebelum bertindak.

مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ

Siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan dia akan bersiap-siap.

مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا

Siapa menggali lobang akan terposok ke dalamnya.

عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ

Musuh yang cerdas lebih baik dari kawan yang bodoh.

 مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ

Siapa yang banyak kebaikannya maka banyak sahabatnya.

اِجْهَدْ وَلَا تَكْسَلْ وَلَا تَكُ غَافِلًا # فَنَدَامَةُ العُقْبَى لِمَنْ يَتَكَاسَلُ

Bersungguh-sungguhlah dan jangan malas dan jangan jadi lalai, karena penyesalan mendalam itu adalah milik mereka yang bermalas-malasan.

لَا تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلَى الغَدِ مَاتَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اليَوْمَ

Jangan tunda pekerjaanmu hingga besok, apa yang dapat kau kerjakan hari ini.

اُتْرُكِ الشَّرَّ يَتْرُكْكَ

Tinggalkannlah kejahatan itu, dia pasti meninggalkanmu.

خَيْرُ النَّاسِ اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَاَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang terbaik akhlaknya dan paling bermanfaat bagi manusia.

فِى التَّأَنِّى السَّلَامَةُ وَفِى العَجَلَةِ النَّدَامَةُ

Dalam kehati-hatian ada keselamatan dan dalam ketergesa-gesaan ada penyesalan.

 ثَمْرَةُ التَفْرِيْطِ النَدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَلاَمَةُ

Buah dari penyia-nyiaan adalah penyesalan dan buah dari keteguhan adalah keselamatan.

الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ

Kasih sayang pada yang lemah termasuk akhlak yang mulia.

فَجَزَاءُ سَيَّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا

Balasan dari kejelekan adalah kejelakan yang setimpal.

 تَرْكُ الجَوَابِ عَلَى الجَاهِلَ جَوَابٌ

Meninggalkan jawaban untuk orang bodoh adalah jawabannya.

 مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ

Barang siapa yang manis tutur katanya banyak sahabatnya.

 إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الْكَاَةمُ

Jika sempurna akal seseorang maka sedikit bicaranya.

مَنْ طَلَبَ اَخًا بِلَا عَيْبٍ بَقِيَ بِلَا اَخٍ

Barang siapa yang mencari kawan tanpa aib maka dia tetap tidak memiliki kawan.

 قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا

Katakanlah yang benar meskipun pahit.

 خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ

Sebaik-baik hartamu adalah yang memberikan manfaat bagimu.

 خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَطُهَا

Sebaik-baik perkara adalah pertengahan.

 لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ

Setiap tempat ada kata-katanya (yg cocok) dan setiap kata-kata ada tempatnya (yg cocok.

إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

Jika kamu tidak malu maka berbuatlah sekehendakmu.

لَيسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلْ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلًا

Bukannya aib bagi mereka yang miskin, tapi aib itu milik mereka yang pelit.

لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِى قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلْ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ

Bukannya yatim itu yang telah mati orang tuanya, tapi yatim itu adalah yang tidak memiliki ilmu dan sopan santun.

لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَاَامٍ جَوَاب

Setiap pekerjaan ada balasannya dan setiap perkataan ada jawabannya.

وَعَامِلِ النَّاسَ كَمَا تُحِبُّ أَنْ يُعَامِلُوْكَ

Dan perlakukanlah manusia sebagaimana kamu ingin diperlakukan.

هَلَكَ اِمْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ

Hancurlah seseorang yang tidak mengetahui kemampuannya.

رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِب

Otak dari dosa adalah kebohongan.

مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ

Siapa yang menzalimi akan terzalimi.

لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنَا إِنَّ الَجمَالَ جَمَالُ العِلْمِ وَالأَدَبِ

Bukannya keindahan itu dengan pakaian yang menghiasi kita tapi keindahan itu adalah keindahan ilmu dan adab.

لَا تَكُنْ رَطْبًا فَتُعْصَرَ وَلَا يَابِسًا فَتُكَسَّرَ

Jangan kamu lemah nanti kamu diperas dan jangan keras nanti kamu dipatahkan.

مَنْ اَعَانَكَ عَلَى الشَّرِّ ظَلَمَكَ

Barang siapa yang membantumu melakukakan kejelekan, dia menzalimimu.
(Membantu berbuat dosa sama dengan pelaku dosa)

العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلًا

Tindakan, membuat yang sulit menjadi mudah.

أَخِىْ لَنْ تَنَالُ العِلْمَ إِلَّا بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَ طُوْلُ زَمَانٍ

Saudaraku! Kamu tidak akan mendapat ilmu kecuali dengan enam perkara, akan ku berikan perincian dengan jelas : Kecerdasan, Harta Benda, Ketamakan, Mempergauli Ustadz Kesungguhan Waktu yang panjang.

مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى

Barang siapa yang berhati-hati maka dia akan mendapatkan apa yang dia impikan.

اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ

Tuntutlah ilmu itu walaupun ke negeri Cina.

النَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ

Kebersihan adalah bagian dari iman.

إِذَا كَثُرَ الـمَطْلُوْبُ قَلَّ الـمُسَاعِدُ

Jika perminataan terlalu banyak, sediki yang membantu.

لَا خَيْرَ فِى لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَمًا

Tak ada kebaikan pada kenikmatan yang diiringi penyesalan.

تَنْظِيْمُ العَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الوَقْتِ

Mengatur pekerjaan akan menghemat setengah waktu.

رُبَّ أَخٍ لَمْ تَلِدْهُ وَالِدَةٌ

Banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh seorang ibu.

دَاوُوا الغَضَبَ بِالصُّمْتِ

Obatilah kemarahan itu dengan diam.

الكَاَِمُ يَنْفُذُ مَا لَا تَنْفُذُهُ الإِبَرُ

Perkataan itu menembus apa yang tak ditembus oleh jarum.

لَيْسَ كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَبًا

Tidak setiap yang berkilap itu adalah emas.

سِيْرَةُ الـمَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ

Tindak tanduk seseorang menunjukkan kepribadiannya.

قِيْمَةُ الـمَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ

Nilai seseorang sesuai dengan kebaikan yang dilakukannya.

صَدِيْقُكَ مَنْ اَبْكَاكَ لَا مَنْ اَضْحَكَكَ

Sahabatmu adalah yang membuatmu menangis bukan yang membuatmu tertawa.

عَثْرَةُ القَدَمِ اَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ

Terpelesetnya kaki lebih aman dari terpelesetnya lidah.

خَيْرُ الكَاَُمِ مَا قَلَّ وَدَلَّ

Sebaik-baik kata adalah yang ringkas dan mengena.

كُلُّ شَيْءٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلَّا الاَدَبُ

Segala sesuatu jika kebanyakan akan murah kecuali sopan santun.

أَوَّلُ الغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ

Awal kemarahan adalah kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.

العَبْدُ يُضْرَبُ بِالعَصَا وَالحُرُّ يَكْفِيْهِ بِالإِشَارَةِ

Budak itu dipukul dengan tongkat sedangkan orang yang merdeka itu cukup dengan isyarat.

اُنْظُرْ مَا قَالَ وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Perhatikan apa yang dikatakan dan jangan perhatikan siapa yang mengatakan.

الحَسُوْدُ لَا يَسُوْدُ

Pendengki tak akan bahagia.

الأَعْمَالُ بِخَوَاتِمِهَا

Semua pekerjaan tergantung penghujungnya

Semoga bermanfaat.





KISAH DAJJAL

باب أحاديث الدّجال وأشراط الساعة وغيرها Dari An-Naas radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: ذَكَرَ رَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – الدَّجَّال...